Senin, 16 Maret 2009

INTAN NURUL HIKMAH



NAMA : INTAN NURUL HIKMAH

TTL : TANGERANG, 31 MARET 1976

HOBBY : MEMBACA, NONTON, BERORGANISASI



PENDIDIKAN :
- SDN XIII TANGERANG
- SMPN 1 TANGERANG
- SMAN 2 TANGERANG
- DIPLOMA OF INTERNATIONAL TRADE (RMIT MELBOURNE)
- BACHELOR OF BUSINESS ADMINISTRATION (CQU MELBOURNE)
KARIR POLITIK

- WK BENDAHARA DPD PARTAI GOLKAR KAB TANGERANG
- WK KETUA KOMISI C BIDANG ANGGARAN DPRD KAB TANGERANG
PERIODE 2005 - 2007
- KETUA KOMISI A BIDANG PEMERINTAHAN DPRD KAB TANGERANG
PERIODE 2007-2009
ORGANISASI:

- WK. KETUA 3 PMI KAB TANGERANG

- WK KETUA HARIAN CABANG OLAHRAGA SOFTBALL

- BENDAHARA GOW (GABUNGAN ORGANISASI WANITA) KAB TANGERANG

- KETUA PAGUYUBAN KANG NONG KAB TANGERANG


PERSPEKTIF INTAN NURUL HIKMAH

Menjelang pesta demokrasi tahun 2009 yang tidak lama lagi akan kita hadapi, sudah banyak calon - calon legislatif dari berbagai latar belakang, baik latar belakang pendidikan maupun profesi yang mulai mempromosikan dirinya. Medianyapun bermacam-macam baik itu sosialisasi langsung kepada masyarakat, melalui spanduk, poster atau baliho, media massa seperti koran dan media yang bebasis internet.
Sebagai calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang, Daerah Pemilihan I (Kecamatan Jambe, Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Balaraja, Kecamatan Sukamulya, Kecamatan Kresek, Kecamatan Gunung Kaler, Kecamataan Jayanti, Kecamatan Cisoka, dan Kecamatan Solear) melalui Partai Golongan Karya, dengan memanfaatkan media blog ini sebagai salah satu upaya untuk mensosialisasikan visi, misi serta program – program baik itu selama saya menduduki kursi anggota dewan saat ini hingga kedepan nanti.

Sebagai wakil rakyat dan sekaligus sebagai wakil dari kaum wanita dan kaum muda, saya turut perduli dan aktif di berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan, hal ini membuat saya ikut terlibat dalam organisasi sosial dan kepemudaan, seperti Palang Merah Indonesia Kabupaten Tangerang dimana saya adalah Wakil Ketua 3 Bidang Pengkaderan dan Kepemudaan, Gabungan Organisasi Wanita yang merupakan organisasi pemberdaayaan wanita di Kabupaten Tangerang dimana posisi saya adalah sebagai Bendahara pada organisasi tersebut. Di bidang kepemudaan, saya ikut serta dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Tangerang sebagai Ketua Harian Pengurus Cabang Olahraga Softball. Untuk mencari potensi dan memberdayakan pemuda di Kabupaten Tangerang saya ikut terlibat sebagai Pembina KangNong sejak tahun 2007 hingga saat ini.

Tidak dapat dikatakan ringan tugas seorang anggota Dewan, apalagi saya sebagai seorang perempuan, sebagai seorang istri dan ibu dari kedua anak saya. Namun kecintaan saya terhadap Kabupaten Tangerang dan niat untuk membangun Kabupaten Tangerang yang sangat besar dapat dipahami oleh seluruh keluarga. Ditengah-tengah kesibukan sebagai anggota Dewan saya berusaha meluangkan waktu untuk keluarga sehingga kewajiban saya sebagai ibu rumah tangga tidak terabaikan.

Saat ini para calon legislatif sudah mulai turun dan melakukan sosialisasi, begitupun saya namun kewajiban sebagai anggota Dewan dan Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan tidak sertamerta saya tinggalkan, agenda-agenda kerja dan kegiatan-kegiatan yang menjadi tanggungjawab saya tetap laksanakan, sehingga saya ingin memanfaatkan seluruh media termasuk media blog ini sebagai salah satu media sosialisasi, komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk tidak tertinggal dalam pemanfaatan Teknologi Informasi.

Anggapan remeh bahwa kaum wanita dan kaum muda tidak mampu berkiprah dalam pembangunan di jalur politik berusaha saya tepiskan dengan apa yang telah saya perbuat hingga saat ini. Pengabdian saya merupakan ketulusan saya untuk membangun Kabupaten Tangerang lebih maju. Masih banyak hal yang harus dilakukan, untuk itu saya berniat untuk melanjutkan perjuangan ini dan ikut serta dalam pemilihan legislatif dengan kepercayaan yang diamanahkan masyarakat Kabupaten Tangerang, Kalau yang lain masih memberikan janji, saya telah memberikan bukti***

Jumat, 13 Maret 2009

POLRI NETRAL !!!



Bugiakso Serukan Polri Netral pada Pemilu 2009

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Bugiakso menyerukan, agar Polri tetap menjaga netralitas pada pelaksanaan pemilu 2009.

"Netralitas tersebut harus tetap dijaga pada saat pemilu legislatif maupun pemilu predisen," kata Bugiakso kepada pers seusai menghadiri HUT KBPPP di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kalangan keluarga besar Polri tetap berkewajiban menjaga netralitas tersebut.

"Kendati anggota KBPP yang menjadi caleg sebanyak 4.800 orang dari berbagai partai politik se-Indonesia, namun anggota KBPPP harus tetap menjaga kesatuan NKR," ujarnya.

Menurut ketua umum Jenderal Soedirman Center (JSC) itu, anggota KBPPP berhak menjaga kesatuan bangsa Indonesia dan pantang untuk menggunakan fasilitas Polri untuk berkampanye dalam Pemilu 2009.

"Saya mengimbau kepada anggota KBPPP agar tidak menggunakan fasilitas Polri untuk kepentingan politik. Fasilitas Polri hanya boleh di pergunakan untuk melayani masyarakat," katanya.

Bugiakso yang akan maju sebagai bakal capers ke pilpres mendatang dengan "berkendaraan" tujuh partai politik yang sudah mendukungnya. Tujuh parpol tersebut adalah Partai Pelopor, Partai Kedaulatan, Partai Buruh, Partai Sarikat Indonesia, Partai Indonesia Sejahtera (PIS) dan Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Dalam HUT KBPPP tersebut juga dilakukan aksi sosial kepada masyarakat di sepanjang jalan Sudiman - Thamrin Jakarta dengan membagikan 500 bunga dan 1.000 boks nasi kepada para pedagang kaki lima, polisi dan para pengamen jalanan.
Bugiakso mengimbau kepada anggota Polri agar tetap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.(*)
COPYRIGHT © 2009 ANTARA
PubDate: 01/03/09 17:02

Kamis, 12 Maret 2009

Minggu, 08 Maret 2009

MUKADIMAH

Assalamualaikum....
Salam Damai... Selamat datang di blog pribadiku yang mungkin masih jauh dari impian. Sekedar mengumpulkan huruf demi huruf, kata demi kata yang terangkai dalam sebuah kalimat lantas dirangkum dalam paragraf dan pada akhirnya diikat dalam sebuah gagasan yang tentunya bersifat pribadi. Terima kasih sebelum dan sesudahnya atas kesediaannya berselancar ke ranah mayaku ini... selamat membaca.
Wassalamualaikum Wr Wb

Selasa, 17 Februari 2009

PUNGLI DISHUB DI PANTURA TELAH DITUTUP



TELUKNAGA - Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tangerang menutup tujuh Pos Penimbangan dan Pengawasan Jalan (PPJ). Alasannya, Dishubkominfo tengah menyusun perbaikan sistem kerja di pos PPJ itu.
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Tangerang Deden Sugandhi mengakui, penutupan dan penghentian operasi ketujuh pos PPJ itu dikarenakan maraknya terjadi pungutan liar (pungli). Ketujuh pos PPJ itu tersebar di beberapa titik, di antaranya Pos PPJ Teluknaga, Pos PPJ Perancis, Pos PPJ Dadap dan sebagainya. Ia sering menerima laporan bahwa petugas di Pos PPJ itu tidak melakukan tugasnya sesuai surat perintah. Di antaranya, menerima dan meminta sejumlah uang dari sopir angkutan barang yang kelebihan muatan.
“Memang benar banyak laporan seperti itu. Angkutan barang kelebihan beban yang seharusnya diturunkan, ternyata bisa lolos dengan membayar. Pos-pos PPJ Itu sudah dihentikan. Tapi saya tidak hafal titik-titiknya. Datanya ada di kantor,” kata Deden saat dihubungi, Minggu (15/2). Deden mengatakan, dirinya telah memanggil petugas di pos-pos PPJ itu untuk dimintai pertanggungjawabannya. Namun, dia belum dapat memastikan apakah petugas-petugas tersebut akan dikenakan sanksi atau tidak. Padahal, tidak sedikit petugas dishub di Pos PPJ yang sudah menyalahi tugas.
Di antaranya, dengan menarik retribusi izin dispensasi jalan bagi angkutan barang, bus dan sejenisnya. Sedangkan kewenangan para petugas itu sebenarnya hanya membantu kelancaran lalu lintas. Terpisah, lembaga dari Tangerang Corruption Watch (TCW) meminta kepada pihak berwenang untuk mengusut praktik pungli di sejumlah pos PPJ milik Dishub.
TCW mensinyalir pos PPJ itu telah dijadikan ajang korupsi. “Pelanggaran yang sudah berjalan tetap harus diusut,” kata Palek Sutardi, koordinator TCW wilayah utara Tangerang.
Untuk itu, kata Palek, pihaknya meminta kepada Bawasda maupun lembaga hukum lainnya untuk segera mengusut dugaan korupsi di pos PPJ tersebut. Pantauan wartawan koran ini, Pos PPJ di sejumlah titik, sejak sepekan terakhir memang tidak difungsikan. Sejumlah petugas Dishub yang biasa melakukan pungutan di PPJ tersebut, juga tidak terlihat lagi.
(bha)

Kamis, 12 Februari 2009